Panduan Wisata Lengkap Temukan Destinasi Wisata Terbaik di Indonesia.

Gunung Tangkuban Perahu – Sejarah, Wisata, Alamat dan Tiket Masuk

Gunung Tangkuban Perahu adalah sebuah Gunung yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Gunung ini menjadi salah satu tempat wisata di Bandung yang begitu rame dikunjungi saat liburan baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Gunung Tangkuban Perahu mempunyai ketinggian 2.084 meter DPL (Dari Permukaan Laut) ini berada sekitar 20 KM ke arah utara Kota Bandung.

Dengan ketinggian seperti itu anda harus membawa baju hangat jika berwisata ke tempat ini karena udara disekitarnya cukup dingin, 17 derajat pada siang hari dan 2 derajat pada malam hari.

Di sekitaran gunung ini juga tumbuh subur pohon-pohon pinus dan perkebunan teh yang membuat pemandangan di sekitar gunung Tangkuban Perahu begitu indah.

Pohon Pinus di Sekitaran Gunung Tangkuban Perahu

Pohon Pinus di Sekitaran Gunung Tangkuban Perahu (Foto: wikimapia.org)

Gunung Tangkuban Perahu juga merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif hingga kini, itu bisa terlihat dibeberapa kawahnya yang masih mengeluarkan gas belerang hingga saat ini.

Secara ilmiah bentuk gunung ini adalah Stratovolcano (Gunung Berapi Kerucut) dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat (Wikipedia).

Jika anda ke Bandung pasti tidak akan sah rasanya jika anda belum pernah menginjakkan kaki anda di gunung Tangkuban Perahu.

Gunung dengan pesona alam yang indah ini dibungkus dengan cerita rakyat yang begitu melegenda hingga kini. Anda pastinya sudah tidak asing dengan legenda yang saya maksud, yah legenda Sangkuriang.

Sejarah Gunung Tangkuban Perahu

Sejarah gunung Tangkuban Perahu tidak akan lepas dari cerita rakyat Sangkuriang. Sedikit cerita tentang legenda Sangkuriang.

Dikisahkan, dahulu kala di tengah hutan belantara hiduplah seorang wanita yang sangat cantik bernama Dayang Sumbi. Dia mempunyai seorang anak yang bernama Sangkuriang yang sangat disayanginya. Mereka mempunyai seekor anjing kesayangan yang diberi nama Tumang.

Sejarah Gunung Tangkuban Perahu

Sejarah Gunung Tangkuban Perahu (Foto: sebandung.com)

Pada suatu hari Sangkuriang keluar disiang hari untuk berburu. Ia pergi berburu ditemani oleh anjingnya si Tumang.

Dalam legenda ini si Tumang sebenarnya merupakan bapak dari Sangkuriang yang dikutuk menjadi seekor anjing. Namun hal ini tidak diketahui oleh Sangkuriang.

Tidak seperti hari-hari biasa, hingga menjelang malam Sangkuriang tidak mendapatkan buruan satupun. Sangkuriang tidak ingin mengecewakan ibunya, ia pun membunuh anjing kesayangannya si Tumang dan membawa dagingnya pulang untuk dimakan.

Sampai di rumah, Dayang Sumbi sangat senang melihat anaknya pulang dan membawa pulang daging buruan, ia pun lantas memasaknya. Setelah makan, Dayang Sumbi baru sadar jika anjing mereka tidak ada. Akhirnya Sangkuriang pun mengaku bahwa daging yang mereka santap tadi adalah si Tumang.

Mengetahui hal itu, Dayang Sumbi sangat marah dan melemparkan batu yang mengenai kepala Sangkuriang. Tidak sampai disitu, ia juga mengusir Sangkuriang dari rumah.

Menyesal telah mengusir anaknya sendiri, Dayang Sumbi berdoa memohon diberi umur yang panjang dan tidak tua agar kelak bisa bertemu kembali dengan Sangkuriang.

Legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi

Legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi (Foto: youtube.com)

Singkat cerita, Sangkuriang telah tumbuh menjadi pria yang tampan dan Dayang Sumbi pun semakin cantik. Mereka akhirnya bertemu kembali dan jatuh cinta. Saat itu Dayang Sumbi tidak mengetahui jika pria itu adalah anak kandungnya.

Hingga suatu hari Sangkuriang ingin menikahi Dayang Sumbi dan disaat yang sama pula Dayang Sumbi baru mengetahui jika pria itu adalah anak kandungnya dari luka dikepala Sangkuriang yang tidak sengaja dilihatnya.

Tidak ingin menikah dengan anak kandungnya, Dayang Sumbi mendapat ide bagaimana cara menggagalkan pernikahan anak dan ibu kandung ini. Dia lantas mengajukan persyaratan yang sekiranya akan sulit dipenuhi oleh Sangkuriang untuk menikahinya.

Dayang Sumbi meminta dibuatkan danau dan sebuah perahu hanya dalam waktu semalam. Tujuannya agar mereka bisa mengelilingi danau tersebut dengan perahu itu nantinya.

Menjelang pagi, persyaratan yang diminta Dayang Sumbi telah hampir diselesaikan oleh Sangkuriang. Melihat hal itu, Dayang Sumbi berdoa agar matahari segera terbit, doanya terkabulkan.

Mataharipun telah muncul yang menandakan telah masuk waktu pagi dan Sangkuriang gagal memenuhi persyaratan dari ibunya.

Melihat kenyataan itu, Sangkuriang marah dan menendang kapal tersebut hingga terbalik. Menurut legenda perahu terbalik itulah yang menjadi Gunung Tangkuban Perahu yang ada hingga kini.

Namun tentunya itu hanya sebuah legenda yang diwariskan turun temurun oleh orang-orang tua dahulu yang kebenarannya tentu tidak bisa dibuktikan.

Wisata Gunung Tangkuban Perahu

wisata gunung tangkuban perahu

Wisata Gunung Tangkuban Perahu (Foto: anekatempatwisata.com)

Gunung Tangkuban Perahu memiliki beberapa kawah yang terbentuk akibat meletusnya gunung Tangkuban Perahu ini. Di antara kawah-kawah tersebut, ada tiga kawah yang paling terkenal yakni, Kawah Ratu, Kawah Upas dan Kawah Domas. Mari kita bahas sedikit ketiganya

1. Kawah Ratu

Kawah Ratu merupakan kawah yang paling terkenal dan terbesar dari kawah-kawah yang ada disekitar gunung Tangkuban Perahu. Kawah ini akan terlihat jika anda berada di dataran yang lebih tinggi yang dibuat untuk wisatawan dan tentunya telah dipagari sekelilingnya untuk menjaga keselamatan pengunjung.

Kawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu

Kawah Ratu (Foto: travel.detik.com)

Tanah dan bebatuan yang ada disekitar kawah telihat putih karena kandungan belerang yang ada dari dasar kawah.

Untuk bisa sampai ke sini anda bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun mobil sewaan disekitar gunung Tangkuban Perahu untuk mencapai lokasi ini.

Di lokasi ini anda juga akan banyak menemukan penjual-penjual souvenir dan kerajinan tangan lainnya.

2. Kawah Upas

Kawah Upas ini bersebelahan dengan Kawah Ratu. Namun untuk mencapai lokasi ini tidaklah mudah dikarenakan anda mesti melewati jalan yang cukup terjal dan sedikit berpasir. Dan tentunya itu menjadi sebuah tantangan untuk bisa sampai ke lokasi ini.

Kawah Upas Gunung Tangkuban Perahu

Kawah Upas (Foto: pergidulu.com)

Tidak seperti di Kawah Ratu, Kawah Upas ini telihat sedikit lebih dangkal dan berukuran kecil dari Kawah Ratu. Di samping jalan yang cukup sulit untuk mencapai tempat ini, sepertinya pemandangan yang ada juga tidak sebagus di Kawah Ratu yang menyebabkan kawah ini sepi pengunjung.

3. Kawah Domas

Kawah Domas ini menjadi salah satu favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke gunung Tangkuban Perahu. Letaknya yang berada di dataran yang lebih rendah dari Kawah Ratu membuat kawah ini lebih mudah untuk dikunjungi.

Kawah Domas Gunung Tangkuban Perahu

Kawah Domas

Di kawah ini juga anda bisa melihat lebih dekat bahkan anda bisa mencoba panas dari air yang ada di kawah ini dengan merebus telur.

Alamat dan Transportasi Menuju Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu berada di Cikahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Untuk menuju ke lokasi gunung Tangkuban Perahu cukup mudah. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Akan ada banyak rambu-rambu lalulintas yang akan menuntun anda yang langsung mengarahkan anda ke kawah menggunakan kendaraan pribadi.

Berikut beberapa rute yang bisa anda ikuti untuk sampai ke Gunung Tangkuban Perahu:

  • Apabila anda menggunakan kendaraan pribadi ini alternatif jalannya.
    Dari pintu tol Pasteur, anda lurus saja menuju Jl Dr. Djunjunan – lalu anda mengarah ke pasar Kaliki – Sukajadi – Setiabudi – Lembang – Gunung Tangkuban Perahu.
    Dari pintu tol Padalarang – anda menuju ke arah Cimahi – belok kiri ke arah Jl Kolonel Masturi – jika telah sampai di pertigaan Jalan Raya Lembang anda belok kiri – Gunung Tangkuban Perahu.
  • Apabila anda menggunakan kendaraan umum ini alternatif jalannya.
    Dari terminal Leuwi Panjang Bandung – anda naik bus jurusan Bandung – Indramayu – anda bisa turun di pertigaan gerbang yang menuju Gunung Tangkuban Perahu.
    Dari stasiun Hall Bandung – angkot jurusan stasiun Hall – Lembang – berhenti di perempatan – ambil angkot jurusan lembang – Cikole – Gunung Tangkuban Perahu.

Jam Buka dan Tiket Masuk Tangkuban Perahu

KETERANGANJAM BUKA & TIKET MASUK
Jam Buka08.00 – 17.00 WIB
Wisatawan LokalRp 15.000
Wisatawan MancanegaraRp 50.000
*Buka setiap hari.

Itulah beberapa informasi yang bisa kami berikan kepada anda yang sedang menggali informasi mengenai tempat wisata Gunung Tangkuban Perahu. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda yang sedang merencanakan liburan. Dukung kami dengan membagikan artikel ini ke teman ataupun kerabat anda di Media Sosial.

Gunung Tangkuban Perahu – Sejarah, Wisata, Alamat dan Tiket Masuk
4 (80%) 2 votes

Leave a Reply